Cara Menggunakan Voltmeter



Cara Menggunakan VoltmeterPostingan kali ini mungkin bisa membantu para pelanjar yang sedang bingung dalam tugas yang berhubungan dengan arus listrik. Bagi sebagian orang mungkin masih belum pernah mendengar kata voltmeter. Dan mungkin sebagian dari kita bertanya “apa sih voltmeter itu? Dan apa sih keguanaan volt meter?”.  Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi tentang voltmeter dan cara menggunakan voltmeter tersebut.

                Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik, biasanya tegangan yang diukur adalah sekala kecil. Untuk mengukur tegangan kita harus menggunakan voltmeter yang dipasang paralel terhadap komponen yang kita ukur beda potensialnya. Jadi tidak perlu dilakukan pemutusan penghantar seperti pada amperemeter.

Pada rangkaian arus searah pemasangan kutub-kutub voltmeter harus sesuai. Kutub positip dengan potensial tinggi dan kutub negatip dengan potensial rendah. Biasanya ditandai dengan kabel yang berwarna hitam dan merah atau biru. Bila pemasangan terbalik akan terlihat penyimpangan yang arahnya ke kiri. Sedangkan pada rangkaian arus bolak balik tidak menjadi masalah.

Agar lebih jelasnya ikuti langkah-langkah berikut ini :

1.       Pasanglah kabel hitam yang sudah ada ke COM (Ground), kemudian pasang pula kabel merah ke lubang paling kanan yang berada di voltmeter (V/Ohm)

2.       Setelah terpasang (kedua kabel yaitu merah dan hitam) sekarang tentukan obyek yang ingin diukur beda potensialnya. Kali ini kami member contoh menguku baterai hp n-k-ayang berkapasitas 3,7 Volt

3.       Kemudian lihat pada multitester pada bagian V, bagian ini ada dua yaitu:

          DC Volt yaitu tegangan yang searah, contohnya tegangan baterai, teg. Output IC, dan lain sebagainya (terdapat polaritas + dan -).

          AC Volt yaitu tegangan yang bolak balik, contohnya tengan listrik PLN.

4.       Biasanya jika ingin mengukur tegangan lemah seperti tegangan baterai hp digunakan yang DC Volt.

5.       Setelah memilih DC Volt (karena pada contoh ini kami mengambil baterai Hp untuk obyek pengukuran) ada nilai-nilai yang tertera pada bagian DC Volt, yaitu :

          200mV artinya dapat mengukur tegangan maksimal 0,2 V

          2 V artinya dapat mengukur tegangan maksimal 2 V

          20 V artinya dapat mengukur tegangan maksimal 20 V

          200 V artinyan dapat mengukur tegangan maksimal 200 V

          750 V artinya dapat mengukur tegangan maksimal 750 V

6.       Agar pengukuran tegangan berjalan akurat, maka piilihlah nilai yang tepat. Contohnya untuk mengukur baterai bertegangan 3,76 V maka pilihlah nilai 20 V.

7.       Apa bila kita memilih nilai 2 V maka akan tertera 1 tandanya oveeload atau melebihi skala maksimum.

8.       Jika kita memilih nilai 200 V nilai tegangan akan tertera, namun tidak bisa akurat. Baterai 3,76 V akan tertera 3,6 V

9.       Dan jika menggunakan 750 V nilai tegangan pun bisa tertera, naum tentu tidak akurat. Baterai 3,76 V akan tertera 3 atau 4 V.

10.   Jika kita sudah memilih nilai yang tepat maka tempelkan kabel merah ke kutub positif baterai dan kabel hitam ke kutub negative baterai. Jika kita salah menempelkan maka didepan nilai tegangan yang tertera akan menjadi negatih (-)

Itulah postingan kali ini….semoga bermanfaat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*